Pages

Di Arema, M Nur Bilang Tak Punya Kepentingan

Rumah Makan Batavia, Jl Jakarta, Kota Malang, Kamis (2/1/2011), sekira pukul 12.00 WIB, menjadi saksi bisu untuk Ketua Yayasan Arema, Muhammad Nur, seluruh pengurus Arema, pemain Arema serta puluhan Aremania.

Mengapa? Di rumah makan tersebut apa yang menjadi keinginan seluruh pihak di tubuh Arema, tercapai. M Nur bisa membeberkan semua persoalan yang ada di Arema. Begitu juga seluruh pemain Arema, telah membeberkan suara hatinya.

Tak ketinggalan juga, perwakilan Aremania. Kecaman dan tuntutan disampaikan untuk sosok M Nur, yang lama menghilang, yang dinilai tak mau tahu urusan Arema.

M Nur, memang lama batang hidungnya tak muncul di kantor Arema. Tak pernah menginjakkan kakinya di kantor Arema, yang berlokasi di Jl Sultan Agung, Kota Malang. Apalagi masuk kantor. yakni terhitung selama 9 bulan.

Bisa dikata wajar, kalau para pengurus, Aremania dan pemain Arema menganggap M Nur sudah non aktif di Ketua Yayasan Arema. Alasannya, sudah 9 bulan tak 'memikirkan' tim berjuluk Singo Edan.

Pemain dan penggawa Arema itu berkumpul di rumah makan Batavia tersebut. Tampak Hadir, M Nur, duduk di kursi depan, mengadap ke arah seluruh pemain dan pengurus pelaksana PT Arema Indonesia. M Nur didampingi Pembina Yayasan Arema, yang baru diangkat, yakni Rendra Krisna.

Hadir juga, Pelatih Arema, Miroslav Janu, Abriadi Muhara, Sudarmadji, Abdul Haris, Mantan Ketua Panpel Arema, dan seluruh pemain Arema. Selain itu, perwakilan Aremania, yakni Slamet, Zainuddin (I'in), Korwail Aremania Dinoyo, dan Korwil Aremania Kota Batu, Tembel.

"Terima kasih, seluruh pengurus dan pemain telah datang untuk membicarakan kondisi yang terjadi di Arema. Saya minta maaf, karena saya juga baru bisa bertemu dengan pemain dan pengurus," kata M Nur.

Di depan pemain, M Nur menyampaikan, permohonan maaf atas sikapnya selama ini. "Perlu saya sampaikan, saat pemain datang ke rumah, saya kebetulan tak ada di rumah. Tapi ada di Jakarta. Namun, juga tak ada pemberitahuan kalau pemain dan pelatih mau ke rumah," kataya.

M Nur juga menyampaikan, dirinya sama sekali tak ada kepentingan kepada Arema. "Saya tegaskan, saya tidak punya kepentingan kepada Arema," katanya.

"Saya sejak dulu sudah tidak mau diangkat jadi Ketua Yayasan Arema. Tapi sudah terjadi, ya saya terima," akunya santai.

Namun, M Nur tetap komitmen siap memajukan dan bertangungjawab terhadap semua persoalan yang dihadapi Arema. "Misalnya, soal utang gaji pemain, saya akan mencarikan uang untuk membayar semua itu," katanya.

M Nur berjanji, setelah ada pertemuan di rumah makan Batavia itu masih akan bertemu lagi dengan pengurus pada 19 Juni mendatang. "Untuk mengatasi pembayaran gaji pemain pemain," katanya tegas.

Namun, apa yang disampaikan M Nur itu, terlihat hanya angin berlalu kepada pemain Arema. "Wah pemain sudah tak ada yang percaya sama sampean," celetuk salah satu pemain saat itu. "Kamu bohong terus," celetuk Roman Chemelo.

sumber beritajatim.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar