MALANG -
Keseriusan Muhammad Nur untuk terus mengelola Arema bersama Eddy Rumpoko (ER) selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Arema terus berlanjut. Usai menemui perwakilan korwil Aremania, M. Nur datang ke kantor notaris Benediktus Bosu, SH di Jalan Soekarno Hatta, kemarin siang.
M. Nur tidak sendiri di kantor notaris tersebut. Hadir pula ER, Andi Darussalam Tabusalla (ADS) dan Lucky Acub Zaenal. Tampak hadir juga Pelaksana Harian PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara serta eks Legal PT Arema Indonesia, Buyung Adi Sasono.
Kedatangan mereka mulai pukul 13.00 WIB kemarin siang tidak secara bersamaan, termasuk kepergian mereka juga tidak bersamaan. Setelah hampir dua jam menemui Benediktus Bosu dalam pertemuan tertutup itu, ADS memberikan keterangan pers kepada wartawan, kemarin sore.
’’Pertemuan ini finalisasi untuk persiapan Yayasan Arema. Sudah saya pasrahkan pada Eddy Rumpuko, Mas Lucky dan Pak Nur untuk menyusun, siapa saja yang duduk dikepengurusan Arema nanti. Yang pasti kita bersepakat bahwa Ketua Dewan Pembina Yayasan Arema adalah Pak Eddy Rumpoko, dan Dewan Pembina satunya lagi adalah Mas Lucky,’’ jelas ADS.
’’Nanti akan ada susunan kepengurusan yang segera dilengkapi. Untuk Ketua Yayasan Arema nanti adalah Pak Said, kemudian Direktur PT Arema Indonesia ditangani oleh Pak Nur. Bagaimana kelengkapan-kelengkapan pengurus nanti, kita serahkan kepada mereka. Saya tetap menjadi Aremania kembali,’’ sambungnya.
Perihal status ADS sendiri yang dulu sempat disebut-sebut sebagai Pembina Yayasan Arema, justru kemarin ADS mengaku datang atas undangan pendiri Arema, dalam hal ini Lucky. Kebetulan juga, musim kemarin ADS ikut ambil peran dengan dukungan sponsorship dari pihak Bakrie Grup.
’’Status saya terserah. Saya diundang pendiri. Saya selalu bilang, saya akan selalu berada di Arema saat dibutuhkan dan saya sudah merasa yakin, saat ini tiga serangkai ini bisa membawa Arema kedepan lebih baik lagi. Tentu saya sangat senang, itu sudah lebih dari cukup,’’ yakin ADS yang juga memastikan bahwa Togar Manahan Nero sebagai Pengawas Yayasan Arema.
Togar adalah mantan Ketua Komisi Disiplin BLI, sedangkan Said Amin sebagai Ketua Yayasan Arema adalah seorang Pengusaha asal Kalimantan. Menurut ADS, sturuktur pengurus Yayasan Arema yang baru ini akan lebih dimatangkan dalam rapat di Batu, tadi malam.
’’Istilahnya, Pak Nur sebagai Ketua Yayasan (dalam kepengurusan lama), yang saya tahu dalam laporan ini Pak Nur membuat surat kepada pendiri Arema, Mas Lucky. Kemudian Mas Lucky meminta agar ada rapat dan didalam rapat itu, yang diminta hadir adalah saya, mas Eddy Rumpoko,’’ jelasnya.
ADS meyakinkan, pemilihan pengurus Arema yang baru ini sudah tidak ada masalah. Sekalipun dirinya beberapa waktu lalu sempat bermasalah dengan M. Nur, namun menurutnya sudah tidak ada kendala. Termasuk dirinya mengaku sudah berkomunikasi dengan Rendra Kresna.
’’Proses finalisasi pengurus Yayasan ini tidak ada masalah. Beberapa hari lalu saya juga sudah bertemu dengan Pak Rendra, saya bicara dengan beliau. Saya sampaikan pandangan saya. Saya tidak tutupi dalam satu tahun ini ada beberapa masalah prinsip dengan Pak Nur. Tapi bukan berarti, demi kebaikan Arema, kita tidak bisa bertemu,’’ jelasnya.
Termasuk adanya tuntuntan dari Aremania yang menginginkan M. Nur tetap mundur, ADS berharap semuanya bisa menerima. Khususnya dengan adanya Lucky yang juga sempat menginginkan M. Nur mundur ikut bergabung mendukung mantan Sekda Kota Malang itu sebagai Direktur PT Arema Indonesia.
’’Saya menyadari dan saya menaruh rasa hormat pada Mas Lucky, yang mengatakan sebagai salah satu penggagas yang meminta Pak Nur mundur, tapi kemudian saat-saat terakhir Pak Nur mau bertanggung jawab dengan bisa mendatangkan sponsor. Kita tentu harus menaruh rasa hormat,’’ katanya.
’’Kita tidak bisa mengecilkan itu. Karena pada saat-saat terakhir dia yang menyelamatkan Arema, dan dia tidak sampai melewati deadline waktu, tanggal 16 Juni kemarin. Pak Nur bisa menyelesaikan itu, saya menaruh rasa hormat. Kita ini bicara untuk kepentingan Arema, bukan masalah pribadi saya dan pribadi Pak Nur,’’ lanjutnya.
Perihal peluang Rendra Kresna untuk masuk dalam kelompok yang baru ini, menurut ADS akan diserahkan pada kepengurusan yang baru.
’’Yang saya tahu sekarang cuman ada empat Pak Eddy, Mas Lucky, Pak Said dan Pak Nur. Mereka yang melengkapi, mereka yang bisa bekerjasama. Kalau saya tidak, karena saya tidak bisa duduk sebagai pengurus, kalau pegang tim saya mau,’’ yakin ADS.
Sementara itu, secara terpisah M. Nur saat dikonfirmasi posisinya sebagai Direktur PT Arema Indonesia belum mau berkomentar. ’’Saya tidak komentar dulu. Saya tidak tahu, itu yang mengatakan Pak Andi,’’ ungkap M. Nur ketika Malang Post ingin memberi ucapan selamat sebagai Direktur PT Arema Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar