Pages

M.nur tetap melaju,bahas gaji n bonus pemain di notaris

Meskipun sudah dinyatakan non aktif sebagai Ketua Yayasan Arema namun M Noer tetap terus aktif mengurus tim Arema. Senin (4/7) sore kemarin, M Noer bersama dengan Lucky Acub Zainal, Abriadi Muhara, Buyung Adi Sasono (mantan Legal Arema), Tony Praptono (mantan Sekretaris Panpel Arema) berkumpul lagi di Kantor Notaris Benediktus Bosu.



Dalam pertemuan yang usai tepat pukul 6 sore ini semua yang hadir tidak bersedia memberikan keterangan kepada pers. Lucky Acub Zainal yang berdasarkan keterangan Andi Darussalam pada 22 Mei lalu ditunjuk sebagai Dewan Pembina Yayasan Arema hanya menyatakan, “Sudah jangan tanya saya”.



Saat itu juga Lucky langsung meninggalkan kantor Beni Bosu di Jalan Sukarno Hatta ini dengan diantar mobil milik Abriadi Muhara. Sedangkan M Noer berhasil menghindari wartawan dan langsung meninggakan kantor notaris itu dengan menggunakan mobilnya, Toyota Innova warna silver nopol L 1930 GN.



Sementara itu Abriadi Muhara hanya menyatakan bahwa alasan dia bertemu dengan M Noer dan Lucky adalah untuk menanyakan soal gaji dan bonus pemain. “Saya hanya memastikan soal tanggung jawab saya yaitu soal gaji dan bonus pemain”. “Karena sudah kadung dibayari gaji yang kemarin (13 Juni lalu,red) jadi saya minta ke mereka,” ujar Abriadi kepada pers.



Sementara itu mantan Manajer Legal PT Arema Indonesia yang ditanya Memo dengan sikap terburu-buru mengaku tidak mengetahui agenda pertemuan tersebut. “Maaf saya tidak mengetahui,” ujar Buyung sambil mengenakan helm di atas motor skutik warna hitam N 5551 AY miliknya. Sementara itu, Benediktus Bosu, kepada pers menyatakan bahwa kedatangan mereka ke kantornya hanyalah untuk mebicarakan soal gaji pemain.



“Mereka bukan rapat, cuma ngurusi gaji pemain. Kebetulan mereka ketemu di sini saya ndak ikut-ikut,” ujar Beni kepada pers. Beni menjelaskan, mereka bertemu di kantornya karena saat pembayaran gaji pemain pada 13 Juni lalu di Batu dia juga hadir di sana. Menariknya, Beni yang mantan PNS di lingkungan Pemkab Malang ini mengaku belum ada pembicaraan soal yayasan. Beni yang ditanya soal penerbitan akte yayasan baru menjawab ”Saya belum berpikir ke situ”. Dia menjelaskan, “Kompetensi saya soal pembentukan yayasan adalah saat semua dokumen lengkap, maka saya baru ada di dalamnya”.



Sedangkan soal pemberhentian M Noer oleh Pembina Yayasan Arema, Rendra Kresna, Beni Bosu tidak berkomentar banyak. “Saya tidak tahu karena saat ini semua pihak saling klaim,” ujar dia. Sebelumnya pada siang harinya, Andi Darussalam Tabusalla melalui ponselnya menyatakan saat ini (kemarin) di Malang sedang berlangsung rapat. “Tapi saya tidak ikut karena berada di Jakarta,” ujar matan Ketua BLI ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar